Minggu, 01 Januari 2012

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang

Saya Senang Dengan Cara Berpikir Bu Guru

Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada salah satu muridnya.
Bu Guru : “Udin tolong jawab pertanyaan ibu yaa… Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?”
Udin : “Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang”
Bu Guru : “Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya senang dengan cara berpikir kamu…..”

Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.
Udin : “Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya… Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan dikunyah sedikit2, yang kedua dengan menggigit es krim dan contongnya, dan yang ketiga dengan menjilati dan mengulumnya, Manakah diantara ketiga cewek itu yang sudah menikah?”
Bu Guru : “Hmmm… pasti yang makannya dengan menjilati dan mengulum es krim yaaaa”
Udin : “Salah… harusnya dijawab yang memakai cincin kawin, tapi saya senang melihat cara berpikir Bu Guru…”

=============================================

Jenderal Angkatan Udara dan Anak Kecil Yang Marah

Ketika pesawat sedang bersiap untuk take-off, seorang anak 5 tahun marah-marah dengan liar. Tidak peduli apa karena frustrasi, sang ibu mencoba menenangkannya, namun anak itu terus berteriak keras dan menendang kursi di sekelilingnya.

Tiba-tiba, dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jendral Angkatan Udara terlihat perlahan-lahan berjalan ke depan, menghentikan ibu yang bingung dengan tangan terangkat. Berambut putih, sopan, Jendral bersuara lembut itu membungkuk ke bawah, menunjuk ke arah dadanya, berbisik sesuatu ke telinga anak itu.

Seketika, anak itu tenang, dengan lembut memegang tangan ibunya, dan secara tenang mengikatkan sabuk pengamannya. Semua penumpang lain bertepuk tangan secara spontan.

Perlahan-lahan Jendral itu berjalan kembali ke tempat duduknya, dan salah satu petugas kabin menyentuh lengan bajunya. “Maaf, Jenderal,” tanya dia dengan tenang, “apakah saya bisa bertanya mantra ajaib apa yang digunakan pada anak kecil itu?”

Orang tua itu tersenyum tenang dan lembut mengaku, “Aku menunjukkan padanya wing pilot saya, bintang jasa, dan pita pertempuran, dan menjelaskan bahwa dengan tanda penghargaan itu saya berhak untuk memilih dan membuang salah satu penumpang keluar dari pesawat.”

============================================

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

Seorang anak bertanya kepada Ibunya.
“Bu, kenapa surga ada dibawah telapak kaki Ibu?”
Ibunya menjawab:
“Kalau diantara kedua paha Ibu, itu surganya Bapakmu nak..”

=============================================
cita - cita

Kamu Nanti Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa Nak

Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun,

“Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”

Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”

Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!”

Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya, “Kalau tidak boleh aku mau jadi peragawati saja bu.”

Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”

Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”

Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata, “Karena kamu laki-laki, Bambang!!”

=============================================

Tepat jam Tiga Nanti

Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat, ketika secara tiba-tiba seorang anak muncul di hadapannya dan bertanya:

“Maaf om, bole tanya kan?. Sekarang ini jam berapa sih?”

Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tanganya dan berkata:

“Sekarang jam tiga kurang seperempat.”

Si anak mengucapkan terima kasih, lalu berkata:” Tepat jam tiga nanti om boleh mencium pantat saya.” katanya sambil melarikan diri.

Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan dan mengejar si anak untuk memberi pelajaran.

Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikanya.

“Ada apa kamu lari-lari begitu?” tanya rekan tersebut.

Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente bercerita:” Anak itu bertanya jam berapa, lalu aku jawab jam tiga kurang seperempat,..eeee.. dia bilang jam tiga tepat aku boleh mencium pantatnya.”

Temannya melihat jam dan berkata:”Lho, masih sepuluh menit lagi, kenapa buru-buru?”.

==============================================

Kenapa Engkau Tanyakan Itu?

Suatu sore hari di perkampungan indian suku apache di amerika ada kakek dan cucunya yang tengah bercengkrama. Cuplikan pembicaraannya sbb,
Cucu :kek kenapa sih kakek namanya elang putih?
Kakek: o itu ketika kakek masih dalam kandungan, ayah kakek berhasil memanah elang putih yang sedang terbang sehingga untuk mengenangnya kakek diberinama Si Elang Putih.
Cucu: terus kenapa ayah diberinama beruang hitam?
Kakek: o itu dulu waktu ayahmu dalam kandungan kakek berhasil mengalahkan seekor beruang hitam yang sedang mengamuk sehingga untuk mengabadikan peristiwa itu ayahmu kuberi nama Si Beruang Hitam.
Cucu: o, begitu kek…..
Kakek: iya…jadi ceritanya memang begitu, tapi kenapa engkau tanyakan itu Kondombocor?

=============================================

kue krim yang lezat

Mike, yang sedang mengunjungi saudara laki-lakinya yang sudah berkeluarga dalam rangka merayakan natal, terkagum-kagum ketika mendapati keponakannya yang masih kecil sudah bisa membantu orangtuanya membuat kue.
Setelah mereka selesai membuat kue, Ibu Timmy mengijinkan Timmy menghiasi kue tersebut dengan krim. Ketika Timmy sudah menyelesaikannya, dia membawa kue tersebut dan ditaruh di atas meja.
“Wah, kuenya kelihatan lezat sekali, Tim.” puji Mike. Mike lalu mengambil sepotong kue dan menggigitnya sambil melihat ke kue-kue yang masih ada di piring. “Tim, kue ini betul-betul lezat.”
Setelah Mike menghabiskan satu potong kue, dia kemudian mengambil potongan kue yang kedua dan memberi komentar kepada Timmy. “Kue-kue ini sangat indah dipandang mata,” kata Mike. “Bagaimana caramu menaruh krim di atas kue ini dengan begitu rapi, tidak belepotan kemana-mana?”.
Sambil menunggu jawaban dari Timmy, Mike memakan potongan kue yang kedua dengan sekali gigit.
Lalu Timmy menjawab, “Aku jilati saja krim-krim yang belepotan di atas semua kue itu.”

============================================

penemu benua amerika

Bu Guru: Andi, maju kedepan, tolong tunjuk dipeta mana benua amerika..
Andi: Ini bu
Bu Guru: Tepat. Anak-anak, sekarang siapa penemu benua amerika?
Satu kelas: Andi bu……

=============================================

beli paku sekilo

Seorang anak hendak membeli paku di kios depan rumahnya. Sesampainya di sana ia bertanya kepada bapak pemilik kios :
Anak : Pak mau beli pakunya sekilo
Bapak : Oh, iya dek. Dibungkus ya..?
Anak : Gak….. makan di sini!!!

=============================================

kalau setetes?

Pada suatu hari ada seorang anak yang dari pagi mondar-mandir di depan rumahnya..
ternyata anak itu menunggu penjual es cendol..
Dan saat tukang es cendol datang si anak lekas berlari menghampiri si tukang cendol, anak itupun bertanya:
Anak: Mang..!! es cendol segelas berapa mang..??
Tukang cendol: Rp.1500 dik..!
Anak: Kalau setetes …??
Tukang cendol: kalo setetes sih gratis dik..!
Anak: Kalo gitu tolong gelas saya ditetesin es cendol sampai penuh mang yah..!

=============================================

kenapa mata anak saya dok

Pada suatu pagi seorang Ibu dan anaknya datang ke ruang praktek Dokter. Padahal Dokter itu belum memulai prakteknya.
Ibu itu kelihatan panik dan mengetuk pintu Dokter itu dengan keras dan berulang-ulang; sambil membawa anaknya yang matanya melotot hampir keluar.
Dokter keluar dari ruangannya lalu sang Ibu langsung menyerbu dengan suara yang panik : “Dokter, Dokter, tolong anak saya. Dari pagi matanya melotot terus seperti ini.”
Dokter : “Waduh saya belum praktek Bu. Ini masih terlalu pagi.”
Sang Ibu tetap ngotot dan berkata : “Saya akan bayar berapa saja, pokoknya sembuhkan anak saya.”
Dokter itu tidak berdebat lagi dan langsung mengajak sang anak masuk. Tidak sampai 5 menit Dokter itu keluar dengan si anak yang telah sehat dan tertawa ceria.
Ibu itu langsung heran, sambil memeluk anaknya, dia berkata: “Waduh Dokter di kasih obat apa nih, dan saya harus bayar berapa??”
Dokter menjawab dengan enteng : “Gratis Bu, tidak usah bayar, tapi saya ingatkan, Ibu kalau masang bando jangan terlalu kencang…”

============================================

kamu keturunan yugoslavia ya

Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya.
Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan memanggil murid dengan nama tersebut.
Guru : “Smary Saklitinov, coba kemari”
Murid : “Iya Bu”.
Guru : “Sini kamu Nak, kamu keturunan yugoslavia ya?”
Murid : “Bukan Bu.”
Guru : “Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?”
Murid : “O, Smary itu singkatan dari nama Bapak saya S(urtono) dan Ibu saya Mary(anti).”
Guru : “Mmmm.. kalau Saklitinov?”
Murid : “Sabtu kliwon tiga november”

===============================================

barang yang bisa diemut

Ucok termasuk anak yang bandel. hampir setiap malam si-bapak selalu mengecek dengan memanggil namanya. soalnya si-ucok ini suka bangun telat … sehingga sering terlambat masuk sekolah.
suatu hari si-ucok nggak bisa tidur sampai pagi … dan seperti biasanya bapaknya ngecek dengan meanggil ” cok … ucok kamu sudah tidur … apa belon …” karena takut bapaknya marah, maka ucok diam saja. keesokkan harinya bener dia terlambat … pelajaran SD kelas 1 pagi itu adalah bahasa indonesia … bu guru bertanya kepada murid-muridnya : “hayo sebutkan
benda apa yang bisa di-emut”
teman ucok si-agus menjawab : “permen bukkk …”
bu guru : “bagus … apa lagi”
teman ucok si-ani menjawab : “es lilin bukkk ..”
bu guru : “betul ani … coba kamu ucok
(sebab dilihat ucok mengantuk)”
ucok : “(dengan mantap) … SARUNG BUKKKK …”
bu guru : “lho kok sarung ucok ….???????”
ucok : “(dengan terkantuk-kantuk) … soalnya semalem ibu ucok bilang ke bapak … Pak cepet tuh .. sarungnya dilepas … biar ibu emut ….”

=============================================

anak saya menelan 12 aspirin

Korshcak buru-buru menelepon dokter anak. “Dokter, dokter! Anak saya, Joseph, baru saja menelan selusin aspirin. Apa yang harus saya lakukan?”
“Anda yakin semuanya itu aspirin?”
“Yakin, dok. Saya melihatnya sendiri.”
“Jumlahnya yakin selusin?”
“Pasti, dok. Pasti, dok.”
“Tenanglah Tuan Korshack. Apakah Joseph menagis?”
“Tidak, dok.”
“Apakah dia tidur?”
“Tidak, dok.”
“Apakah kulitnya pucat?”
“Tidak, dok.”
“Apakah dia muntah?”
“Tidak, dok. Tapi saya kuatir sekali. Yang ditelannya itu aspirin, dok. Ya, aspirin, dok. Apa yang harus saya lakukan?”
“Begini saja Tuan Korshack,” ujar sang dokter “Usahakanlah membuat kepalanya pusing dua belas kali.”

=============================================

sudahlah kek, jangan terus bersedih

Ceritanya begini, seorang kakek bercerita ama cucunya tentang kisah penjajahan belanda tempo doeloe (tau kan biasanya kakek kakek cuman make sarung doang tampa cd dan biasanya kursi malasnya terbuat dari rotan) Di tengah asiknya bercerita tiba tiba si kakek menangis tersedu-sedu di iringi dengan rintihan yang memilukan. Merasa terbawa suasana cucunya angkat bicara “Sudalah kek, memang tempo doeloe itu sangat menyedihkan tapi kan sekarang kita udah merdeka…”
Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab “Cu, bukannya kakek sedih krn tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI.”

=============================================

dimana kamar pak yakub

Seorang kakek memasuki sebuah apartemen. Di pintu masuk ia bertemu seorang anak. “Nak,apakah engkau tahu kamar dimana Pak Yakub tinggal?” tanya sang kakek kepada anak tersebut.
Dengan ramah anak itu menjawab, “O, tahu Kek! Mari saya antarkan.”
Anak itu pun mengajak kakek itu naik tangga menuju lantai 10 dan membawanya ke depan kamar pak Yakub.
“Ini Kek… kamar apartemen Pak Yakub.”
Dengan napas yang masih tersengal-sengal sang kakek mengetuk pintu berkali-kali tetapi tidak ada jawaban.
“Nak,sepertinya Pak Yakub tidak di rumah.”
“Betul Kek, Pak Yakub sedang berada di lantai satu menunggu tamunya.”

===============================================

2 komentar:

  1. bang jhons,,,,mentang" tertawa ga di larang...klo ketawa lebar bener......xixiixixixixi.....

    BalasHapus